Pasanggiri PERSINAS ASAD Banda Aceh Gunakan Aplikasi Digital Skoring

Banda Aceh - Pelaksanaan Pasanggiri PERSINAS ASAD Kota Banda Aceh Wilayah Timur pada Minggu (30/11) membuat inovasi baru dengan penerapan penuh teknologi digital dalam proses penilaian. Para juri kini tidak lagi menggunakan metode manual, melainkan menilai melalui aplikasi Pasanggiri Digital Skoring yang dikembangkan langsung oleh PERSINAS ASAD Kota Banda Aceh.

Pasanggiri Oleh: Mukmin 02 Desember 2025 476x dilihat
Pasanggiri PERSINAS ASAD Banda Aceh Gunakan Aplikasi Digital Skoring
Pasanggiri PERSINAS ASAD Kota Banda Aceh menerapkan digital skoring.

Banda Aceh - Pelaksanaan Pasanggiri PERSINAS ASAD Kota Banda Aceh Wilayah Timur pada Minggu (30/11) membuat inovasi baru dengan penerapan penuh teknologi digital dalam proses penilaian. Para juri kini tidak lagi menggunakan metode manual, melainkan menilai melalui aplikasi Pasanggiri Digital Skoring yang dikembangkan langsung oleh PERSINAS ASAD Kota Banda Aceh.

Ketua PERSINAS ASAD Kota Banda Aceh, Achmad Mu’min, mengatakan penggunaan aplikasi ini menjadi bagian penting dari upaya modernisasi penyelenggaraan pasanggiri.

“Kami ingin memastikan proses penilaian benar-benar berjalan sesuai aturan resmi, namun dengan cara yang lebih cepat dan efisien,” ujarnya.

Achmad Mu’min menjelaskan, aplikasi tersebut telah dirancang untuk mengakomodasi seluruh kategori penampilan. "Setiap komponen penilaian pada kategori tersebut sudah disesuaikan dengan struktur resmi pasanggiri sehingga juri dapat memasukkan nilai tanpa risiko salah rekap," katanya.

Salah satu fitur penting dalam aplikasi adalah pengatur waktu otomatis yang mengikuti standar durasi setiap kategori.

"Sistem akan memberikan sinyal jika penampilan melewati batas durasi yang ditetapkan, mulai dari dua menit hingga lima menit tergantung kategori. Jika melewati batas waktu yang ditentukan, maka ada satu unsur penilaian yang terkunci secara otomatis ke nilai terendah dan pengurangan angka, tanpa harus dilakukan secara manual oleh juri," jelasnya.

Dari sisi administrasi, aplikasi juga mempermudah rangkaian pekerjaan yang selama ini dilakukan secara manual, seperti pendataan peserta, pengundian, laporan juri, formulir penilaian, rekap nilai hingga penetapan pemenang.

"Semua data kini tercatat otomatis, sehingga perangkat pertandingan dapat bekerja lebih ringkas dan efisien. Administrasi pasanggiri kini jauh lebih tertata karena seluruh proses berjalan terintegrasi,” kata Achmad Mu'min.

Ia berharap penerapan sistem digital ini menjadi langkah awal untuk menghadirkan pasanggiri yang semakin modern, transparan, serta mudah dipantau publik. “Kami ingin pasanggiri berkembang sesuai kebutuhan zaman dengan tetap berpegang pada aturan baku yang sudah ditetapkan,” tutupnya.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!