PERSINAS ASAD Banda Aceh Uji Coba Sistem Penilaian Pasanggiri Digital

PERSINAS ASAD Kota Banda Aceh mulai melakukan uji coba aplikasi Pasanggiri Digital Skoring, sebuah sistem penilaian berbasis digital yang dikembangkan untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam penyelenggaraan pasanggiri pencak silat. Uji coba ini dilakukan untuk memastikan seluruh mekanisme penilaian dapat berjalan sesuai aturan resmi sebelum aplikasi diterapkan secara penuh.

Pasanggiri Oleh: Administrator Utama 12 November 2025 429x dilihat
PERSINAS ASAD Banda Aceh Uji Coba Sistem Penilaian Pasanggiri Digital
Aplikasi Pasanggiri Digital Skoring yang dibuat oleh PERSINAS ASAD Kota Banda Aceh dapat memudahkan penilaian dalam pelaksanaan Pasanggiri.

Banda Aceh – PERSINAS ASAD Kota Banda Aceh mulai melakukan uji coba aplikasi Pasanggiri Digital Skoring, sebuah sistem penilaian berbasis digital yang dikembangkan untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam penyelenggaraan pasanggiri pencak silat. Uji coba ini dilakukan untuk memastikan seluruh mekanisme penilaian dapat berjalan sesuai aturan resmi sebelum aplikasi diterapkan secara penuh.

Ketua PERSINAS ASAD Kota Banda Aceh, Achmad Mu’min, menjelaskan bahwa tahap uji coba ini penting untuk melihat sejauh mana sistem mampu menerjemahkan ketentuan pasanggiri secara tepat. Ia menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar memindahkan proses manual ke layar, tetapi memastikan seluruh unsur penilaian dapat diterapkan dengan benar. “Kami ingin memastikan aplikasi ini benar-benar bekerja sesuai ketentuan resmi yang menjadi dasar pelaksanaan pasanggiri,” katanya di Banda Aceh, Rabu (12/11).

Dalam uji coba tersebut, aplikasi digunakan untuk mengakomodasi seluruh kategori penampilan, mulai dari Perorangan, Berpasangan, Aplikasi Teknik dan Teori (ATT), Berkelompok, hingga kategori Massal. Setiap kategori memiliki unsur teknis tersendiri, dan aplikasi diuji untuk memastikan seluruh komponen tersebut dapat direkap otomatis tanpa kesalahan. “Skema kategori dan seluruh komponen penilaiannya sudah kami integrasikan mengikuti struktur resmi pasanggiri,” kata Achmad Mu’min.

Pengujian juga mencakup ketentuan waktu penampilan. Aplikasi disetel mengikuti standar yang berlaku, yaitu tiga menit untuk Perorangan, Berkelompok, dan Massal; lima menit untuk ATT; serta dua menit untuk kategori Berpasangan. Sistem kemudian diuji untuk memastikan alarm otomatis muncul ketika waktu melewati batas toleransi. “Aplikasi akan memberikan sinyal otomatis jika durasi melebihi ketentuan,” jelasnya.

Selain aspek teknis penampilan, uji coba turut memeriksa kemampuan aplikasi dalam memproses unsur penilaian khusus, seperti orisinalitas, kemantapan, stamina, kekompakan, kreativitas, hingga teori. Nilai yang dimasukkan juri diuji apakah dapat diproses secara instan dan ditampilkan kepada dewan pendekar tanpa jeda. “Unsur-unsur penilaian yang kompleks kini bisa dikelola lebih cepat dan akurat secara digital,” katanya.

Dari sisi administrasi, aplikasi ini diuji juga fungsi pencatatan laporan juri, formulir penilaian, rekap nilai, pengumuman pemenang, hingga dokumentasi digital. Semua proses tersebut sebelumnya dilakukan secara manual dan memakan waktu. Dengan sistem baru ini, uji coba menunjukkan pengelolaan data dapat berlangsung lebih ringkas. “Administrasi pasanggiri kini jauh lebih efisien karena semua diproses otomatis oleh aplikasi,” ujarnya.

Achmad Mu’min menambahkan, uji coba ini menjadi tahap penting sebelum aplikasi digunakan secara penuh dalam event resmi. Ia berharap, penerapan digitalisasi dapat membuat pasanggiri semakin profesional, transparan, dan tetap berpegang pada kaidah pencak silat. “Kami berkomitmen agar penyelenggaraan pasanggiri lebih modern tanpa meninggalkan aturan yang menjadi landasannya,” tutupnya.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!