PERSINAS ASAD Kota Lhokseumawe Audiensi dengan IPSI

Pengurus Kota (Pengkot) Persinas ASAD Lhokseumawe melakukan audiensi dengan Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Lhokseumawe, Azhari

PERSINAS ASAD Oleh: Mukmin 26 Oktober 2025 42x dilihat
PERSINAS ASAD Kota Lhokseumawe Audiensi dengan IPSI
ASAD Lhokseumawe audiensi dengan IPSI Kota Lhokseumawe.

Lhokseumawe (26/10/2025) - Pengurus Kota (Pengkot) Persinas ASAD Lhokseumawe melakukan audiensi dengan Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Lhokseumawe, Azhari, pada Minggu, 26 Oktober 2025. Kegiatan yang berlangsung di Kota Lhokseumawe ini bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus menjalin sinergi antara kedua pihak dalam upaya memajukan olahraga pencak silat di daerah tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua IPSI Lhokseumawe, Azhari, menyampaikan pandangannya mengenai pembinaan atlet. Menurutnya, dalam membina atlet pencak silat, pelatih tidak seharusnya hanya berfokus pada atlet yang sudah sering menjuarai kejuaraan, tetapi juga perlu memberi perhatian kepada anak-anak yang memiliki semangat dan jiwa juang tinggi.

“Jangan hanya melihat dari yang sudah juara musiman. Lihat juga anak yang jiwa berjuangnya kuat, latihan konsisten walaupun belum sering juara. Mereka punya potensi besar kalau terus dibina,” ujar Azhari. Ia juga menekankan pentingnya latihan yang dilakukan secara berkelanjutan dan terencana agar prestasi atlet terus meningkat.

Azhari turut menyoroti perkembangan Persinas ASAD di Aceh. Menurutnya, nama Persinas ASAD sudah mulai dikenal di beberapa daerah seperti Lhokseumawe, Bener Meriah, dan Banda Aceh, meski di wilayah lain masih jarang terlihat kiprahnya. “Di Lhokseumawe, perguruan yang sering tampil di berbagai event saat ini didominasi oleh Tapak Suci dan Merpati Putih. Mudah-mudahan ke depan Persinas ASAD bisa menyusul untuk ikut tampil lebih aktif,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pengkot Persinas ASAD Lhokseumawe, Heri Sanjaya, menyampaikan harapannya agar ke depan Persinas ASAD dapat menjalin koneksi lebih erat dengan IPSI, terutama dalam hal berbagi informasi mengenai kegiatan dan event kejuaraan. “Kami berharap bisa berpartisipasi dalam berbagai event IPSI agar pencak silat di Lhokseumawe semakin maju,” ujar Heri Sanjaya.

Dalam pembahasan juga disinggung mengenai keaktifan organisasi dan administrasi perguruan. Ditekankan bahwa pendaftaran perguruan cukup dilakukan sekali, dan meskipun sempat vakum, nama perguruan tetap tercatat dalam keanggotaan IPSI. Selain itu, dijelaskan pula pembagian peran antara ajang kompetisi: POPDA dikoordinasi oleh IPSI, Kejurda oleh perguruan, dan O2SN melalui sekolah.

Di akhir pertemuan, kedua pihak sepakat untuk terus menjalin komunikasi dan kerja sama dalam membina atlet muda agar pencak silat di Lhokseumawe dapat lebih berkembang dan berprestasi. Heri Sanjaya menambahkan bahwa Persinas ASAD siap berkontribusi aktif dalam setiap kegiatan IPSI sebagai wujud nyata pembinaan olahraga bela diri yang berkarakter dan berprestasi. “Kami ingin Persinas ASAD menjadi bagian dari kemajuan pencak silat di Lhokseumawe, bukan hanya dari sisi prestasi, tapi juga dari semangat dan sportivitasnya,” tutupnya.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!