PERSINAS ASAD Provinsi Aceh Fokuskan Pembinaan Putri melalui ToT dan UKT
dan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Putri yang diikuti puluhan peserta dari berbagai padepokan di wilayah Aceh Zona I. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, 24–25 Januari 2026, di Pondok Pesantren Al Mukmin, Desa Lamgugob, Kota Banda Aceh.
Banda Aceh – PERSINAS ASAD Provinsi Aceh melaksanakan Training of Trainer (ToT) dan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Putri yang diikuti puluhan peserta dari berbagai padepokan di wilayah Aceh Zona I. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, 24–25 Januari 2026, di Pondok Pesantren Al Mukmin, Desa Lamgugob, Kota Banda Aceh.
Ketua PERSINAS ASAD Provinsi Aceh, Abdul Waris, mengatakan kegiatan ToT dan UKT Putri ini merupakan bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelatih sekaligus kemampuan pesilat putri di Aceh. Menurutnya, ToT menjadi sarana penting untuk menyamakan standar dan metode kepelatihan di seluruh padepokan.
“Melalui ToT ini, kami ingin para pelatih memiliki pemahaman yang sama terkait metode latihan, materi pembinaan, serta sistem penilaian UKT. Dengan standar yang seragam, pembinaan pesilat putri akan berjalan lebih terarah dan profesional,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan UKT Putri juga menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap hasil pembinaan yang telah dilakukan oleh para pelatih. UKT dinilai tidak hanya mengukur kemampuan teknik, tetapi juga mental, disiplin, dan kesiapan pesilat dalam mengikuti jenjang pembinaan berikutnya.
“UKT Putri ini bukan sekadar formalitas kenaikan tingkat, tetapi proses penilaian yang harus dijalani dengan sungguh-sungguh. Dari sini kita bisa melihat sejauh mana kesiapan pesilat dan efektivitas pembinaan di padepokan masing-masing,” katanya.
Abdul Waris berharap kegiatan ToT dan UKT Putri ini dapat melahirkan pelatih yang semakin kompeten serta pesilat putri yang berprestasi dan berkarakter. Ia menegaskan PERSINAS ASAD Provinsi Aceh berkomitmen untuk terus menjaga mutu pembinaan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Dengan pembinaan yang terstandar dan dilaksanakan secara rutin, kami optimistis kualitas pelatih dan pesilat putri ASAD Aceh akan terus meningkat,” pungkasnya.
Sementara itu, Pembina Provinsi PERSINAS ASAD Provinsi Aceh, Tgk. H. Marlin, mengatakan pembinaan pencak silat ASAD harus seimbang antara peningkatan kemampuan fisik dan pembentukan karakter. Menurutnya, ToT dan UKT menjadi sarana penting untuk menanamkan nilai-nilai karakter luhur tersebut kepada pelatih dan pesilat.
“Pencak silat ASAD tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga membentuk akhlak, karakter, dan kedisiplinan. Nilai-nilai ini harus tercermin dalam setiap proses pembinaan, termasuk dalam pelaksanaan ToT dan UKT Putri,” tuturnya.
Ia menambahkan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta sikap hormat kepada guru dan sesama pesilat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ujian. Karena itu, UKT harus dimaknai sebagai proses pembelajaran, bukan sekadar pengujian kemampuan.
“Jika karakter dan akhlak sudah terbentuk dengan baik, Insyaallah kemampuan teknik akan mengikuti. Inilah tujuan utama pembinaan ASAD,” pungkasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!